Feeds:
Posts
Comments

Archive for September, 2011

Sebagian peserta diskusi adalah ibu-ibu yang punya insting wartawan!


Untuk mengabarkan sebuah peristiwa, opini, atau kritik, kini tidak lagi menjadi wilayah kekuasaan para wartawan, atau media main stream, seperti Radio, Koran, Majalah, dan TV.  Warga biasa, kini juga punya hak dan kesempatan yang sama untuk melakukan itu. Istilah populernya adalah Citizen Journalisme, warga biasa yang menjadi wartawan.

Dalam era digital abad ini, kanal informasi telah terbuka luas. Warga biasa dapat menggunakan platform media seperti Facebook, Twitter, Blog, TV Komunitas, Radio Komunitas, atau Koran Komunitas, dalam mengabarkan berita atau menyampaikan pendapat. Dengan maraknya fenomena ini, maka persoalan berikutnya adalah seberapa jauh warga bisa secara bebas mengemukakan pendapatnya? Rambu-rambu apa yang harus dimiliki agar kebebasan itu tidak kebablasan, khususnya untuk warga muslim?

Pada hari Ahad, 25 September 2011, bertempat di Masjid Al-Fath, di dalam kompleks Perumahan Vila Nusa Indah 3, digelar sebuah diskusi jurnalistik, membicarakan persoalan fiqih ikhtilaf tentang bagaimana membuat dan mengkritik berita menurut Islam. Diskusi itu disampaikan oleh narasumber Ustadz Aceng Muaz. Pada sesi berikutnya langsung disambung dengan paparan materi tentang jurnalisme warga, yang disampaikan oleh Wahyu Utomo, redaktur ekonomi Harian Jurnal Nasional. Diskusi berlangsung meriah, dengan moderator Hartono Rakiman. Acara yang berlangsung sejak pukul 09.30 pagi dan berakhir usai shalat dhuhur ini, dibuka oleh DTM Al-Fath, Bambang Widuri.

Inti dari diskusi itu adalah bahwa memberikan kritik itu dalam perspektif Islam adalah dalam rangka menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Tinggal caranya dalam menyampaikan kritik, apakah secara tertutup atau terbuka, alias terang-terangan. Ada 5 prinsip utama dalam menyampaikan kritik, yaitu bebas dan bertanggung jawab, jujur, adil, tidak memihak, keakuratan informasi, dan kritik konstruktif. Apa yang disampaikan oleh Ustadz Aceng Muaz dapat dijadikan landasan oleh umat Islam dalam menyampaiakn kritik. Sementara itu, paparan dari nara sumber kedua, yang juga redaktur harian Jurnal Nasional memberikan tips-tips jitu dalam membuat reportase dan menulis.

Diskusi ini masih perlu dilanjutkan dengan seri diskusi lanjutan berupa Teknik Reportase dan Teknik Menulis, yang rencananya akan dilaksanakan secara berturut-turut pada tanggal 16 Oktober, 20 November dan 18 Desember 2011.

Kini, Masjid Al Fath juga telah memiliki wadah untuk menyampaikan kritik, tentang persoalan jamaah, persoalaan sehari-hari di web site www.masjidalfath.com yang diawaki oleh Zainudin Asnawi. (Hartono Rakiman)

Advertisements

Read Full Post »

DISKUSI JURNALISTIK

Situasi masjid, jalan kompleks yang kotor, perumahan yang gersang, pencurian,
narkoba yang masuk kompleks, pemabuk di pinggir jalan adalah fenomena
yang seringkali ada di sekeliling kita.

Siapa saja boleh memberikan kontribusi dengan mengirimkan berita/ gambar
tentang situasi tersebut.

Bukankah kepedulian atas lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama??
Bagaimanakah cara membuat supaya kritikan kita bijaksana dan bukan
sekedar mencela orang atau pihak lain?

Ikuti DISKUSI JURNALISTIK :
– citizen journalism “PEDULI ITU ASYIK” bersama
Bapak Wahyu Utomo- Redaktur Ekonomi Harian Jurnal Nasional, pada :

» Ahad, 25 September 2011
» Pukul 08.30 sampai dzuhur.
» Di Masjid Alfath vila nusa indah 3 KE-KH Bojong Kulur Gunung Putri
» Infak. Rp. 10.000,-
» Segmen : UMUM

Juga akan diberikan sekilas info adab- adab dalam membuat berita untuk
mengkritik secara Islami, oleh Ust Zaenal Arif (Ketua Yayasan Al Fath alMubin)

Ikutan yuks…

Informasi & Pendaftaran :

–Utami Irga—
02192557895

Penyelenggara ;
Komunitas Ikat Makna (KIM) -Masjid Alfath

Read Full Post »